Artikel

Seringkali kata Literasi ini hanya sebagai kemampuan dan membaca. Memang benar dalam kamus KBBI Literasi yang artinya kemampuan menulis dan membaca.

Sebuah Kue Dan Lilin

Oleh: Slamet Suryo Pakubuwono

 

Kreek, terdengar suaraa pintu took dibuka oleh seseorang. Di depan pintu took, terlihat seorang bocah sekitar umur 9 tahunan. Bocah itu kemudian berjalan ke arah penjual di took tersebut. Lalu bocah itu terlihat sedang mencoba berbicara dengan paman penjual di took tersebut.

“Paman, paman.” Ucap bocah itu sambil menarik-narik baju si penjual, di toko tersebut. Sehingga penjual itu pun tersadar dari lamunannya, dan tersadar akan kehadiran bocah tersebut.

“Oh iya dek, apa?” ucap penjual sambil berjongkok guna untuk mensejajarkan tinggi mereka berdua.

“Itu paman…, aku ingin beli kue.” Ucap bocah itu sambil menunjuk ke arah etalase yang dipenuhi dengan berbagai banyak macam jenis kue.

“Mau kue yang seperti apa?” tanya si-penjual yang masih bingung dengan tingkah si bocah. Apakah bocah sekecil ini benar-benar ingin membeli kue? Begitulah kira-kira isi pikirannya.

“Hhmmm, kue yang biasanya dibuat ulang tahun saja paman.” Jawab bocah tersebut dengan sedikit kebingungan.

“Baiklah. Kalau begitu sini paman gendong dulu, biar nanti adek bisa lihat kue-kue yang ada disana.” Ucap si penjual sambil menunjuk kea rah etalase yang dipenuhi dengan kue-kue .

Kini bocah itu telah berada digendongan paman penjual tersebut. Sekarang bocah itu dapat melihat dengan jelas kue-kue apa saja yang berada didalam etalase tersebut. terlihat bocah itu sedang bingung untuk memilih salah sau dari sekian banyaknya kue yang ia lihat.

“Aku mau yang itu saja paman,” ucap bocah itu. Lalu jangan lupa untuk dikasih ucapan selamat ulang tahun ya paman.” Imbuhnya lagi untuk mengingatkan si penjual.

“Iya-iya, Dek.” Ucap penjual sambil tersenyum karena tingkah bocah tersebut.

“Paman, nanti ditambah dengan nama aqila juga ya,  di situ.” Ucap bocah itu sambil menunjuk ke arah kue dengan mata penuh harapan.

“Kalau boleh tau, kue ini untuk siapa ya dek? Mau buat teman atau siapa? Kok adek sendirian juga.

“Kue itu bukan untuk teman aqila.” Ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tapi kue itu buat aqila. Karena, Aqila hari ini sedang ulang tahun.”

“Aqila?”

“Iya Aqila.” Ucap bocah itu dengan sungguh-sungguh.

“Aqila itu nama adek kamuy ya?” tebak si penjual.

“Nggak. Aqila itu diri Aqila sendiri.” Ungkapnya sambil menunjuk dirinya sendiri. “Dan Aqila nggak punya adik.” Imbuhnya lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sambil menunjuk kea rah kue black forest berukuran sedang.

“Terus, orang tua Aqila dimana? Kok nggak merayakan sama mereka saja?”

“Papa dan Mama Aqila itu sibuk terus. Papa dan Mama juga biasanya pulang malam. Terus saat Aqila mau ajak main atau ingin cerita sama Papa dan Mama jawabnya capek terus. Karena Aqila nggak mau buat Papa dan Mama tambah capek, jadinya Aqila mau merayakan sendiri saja. Ini Aqila juga sudah beli kado buat Aqila sendiri.” Ucap Aqila sambil mengeluarkan sebuah kotak yang telah dibungkus dengan kertas kado berwarna biru muda.

“Itu Aqila yang beli sendiri kadonya?”

“Iya. Ini Aqila beli sendiri sama uang tabungan Aqila sendiri saat Aqila mau ke sini.” Ucap Aqila dengan sorot mata yang penuh kegembiraan.

“Kalau begitu, Aqila tunggu disini dulu ya. Paman mau masuk dulu sebentar.” Ucap si pejual setelah ia membungkus kue yang mau dibeli Aqila.

Selang beberapa menit kemudian, si penjual kue keluar dengan beberapa orang dari dalam dan seorang anak kecil  seumuran Aqila. Mereka semua keluar sambil menyangikan lagu selamat ulang tahun untuk Aqila. Tanpa sadar air mata Aqila keluar dengan sendirinya. Aqila pun lalu memeluk si penjual kue dengan urut, sampai-sampai kue yang dibawa di penjual kue hampir saja jatuh.

“Sudah dulu nangisnya ya Aqila. Sekarang, Aqila sebutin permintaan Aqila dulu sebelum ditiup lilinnya. Setelah itu kita makan kuenya sama-sama.” Ucap si penjual kue sambil berjongkok di depan Aqila setelah tangisan Aqila mulai mereda.

Aqila pun mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat dan menyeka air matanya yang sudah tidak keluar lagi.

Terkadang kita terlalu sibuk dengan pekerjaan lita masing-masing. Hingga kita melupakan ada sesuatu yang lebih penting. Karena selamanya kita tidak akan selalu muda dan yang akan merawat kita saat umur kita sudak tidak lagi muda adalah anak-anak kita nanti dan bukan uang yang dulu selalu kita cari-cari.

 

Jepara, Ahad 16 Maret 2025

Facebook
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Most Popular

Copyright © 2025 MA NU ALMUSTAQIM. All rights reserved.