MERINDU NABI

Tahun gajah telah menjadi saksi
Tentang lahirnya penutup para Nabi
Malaikat memuji Illahi Rabbi
Bidadari pu menari memikat hati
Gua Hira Tempatmu mendapat risalah
Untuk mensyiarkan Agama Allah
Perjuangan yang pasti tak lah mudah
Didampingi putri khuwailid, Khadijah
Haji wada’ telah terlaksana
Iringan kesedihan sangat merana
Dari Abu Bakar sahabat setia
Karena tak bisa lagi berjumpa
Dengan baginda sang Habibina
Sebab bersatunya hanya surga
Surat Al-Maidah ayat tiga
Wahyu terakhir khotimul anbiya
Kini sudah tiba saatnya
Kembali kepangkuan pencipta
Enam puluh tiga tahun usianya
Wahai putra sayyid Abdullah
Ayahanda Fathimah Az-Zahra
Kami berharap syafaat utama
Agar kelak berjumpa di Jannah
Berkumpul bersama Nabi, ulama, dan keluarga
Duhai Muhammad Rosulina
KESATRIA KARBALA

Wajah tampanmu sangat berseri
Ksatria Tangguh yang mumpuni
Cucu kesayangan baginda Nabi
Perang karbala sudah saatnya tiba
Didampingi sang kuda tercinta
Yang selalu menyemangati tuan mulia
Agar tetap jihad di jalan pencipta
Tanggal sepuluh bulan Muharram
Telah menjadi saksi diam
Saat kepala terpenggal dengan kejam
Meskipun pembunuhnya adalah pemuda Islam
Wahai pangeran pemilik jannati
Perjuanganmu usai di jalan illahi
Pahlawan sejati selalu dirindu bidadari
Sudah saatnya kau Kembali
Berkumpul dengan kakek serta orang tua terkasih
GURU
Pengganti posisi Umi Abi
Saatku bertholabul ilmi
Membasmi kebodohan yang menyergapi
Demi terwujudnya semua mimpi
Pahlawan tanpa tanda jasa
Itulah julukan tuan mulia
Tersakiti setiap masa
Karena perlakuan santri dan siswa
Kecewa bahkan tangis pasti ada
Keringat pun selalu membasahi dada
Mohon dimaafkan wahai Guru
Atas segala kesalahan diriku
Yang selalu menyakiti Qolbu
Hingga tak terasa air mata bercucuran di pipimu
Bagiku engkaulah sang lentera
Sahabat sejati serta idola
Menjadi penyemangat setiap waktu
Agar terkabulnya cita-cita ku
Syukron kastir duhai murobbina
Atas segala jasa dan doa
BIDADARI SURGA

Wahai Asiyah putri muzahim
Wanita tercinta sang rohim
Pahlawan terbaik nabi musa
Permainsuri fir’aun yang disiksa
Para pengeran surga menunggunya
Duhai Maryam binti imron
Ponakan Nabi Zakariya
Kekasih yang maha rohman
Ibunda tersayang Nabi Isa
Sepupu Yahya Alaihimassalam
Wanaita suvi yang tak menikah didunia
Hai putri Khuwailid Khadijah
Istri dari khotimul anbiya’
Pewaris ratu didalam Jannah
Allah pun menitipkan salam untuknya
Ya Fatimah Az-Zahra kesayangan nabi
Istri terkasih Sayyidina Ali
Ibunda para pangeran Jannati
Sosok idola yang selalu dikagumi
Bagi para bidadri surga robbu
Izinkan aku kedalam barisanmu
Semoga di surga kita Bersatu
Agar bahagianya Qolbu
SAYYIDINA ALI

Putra Abu Thalib serta menantu Nabi
Abu Turob julukan amat suci
Dzulfikar peadng tak tertandingi
Wahai Ali pemuda jannati
Suami sayyidah Fathimah Az-Zahra
Ayahanda para Mutiara Baginda
Menggantikan posisi rosul yang tidak mudah
Kala hijrah ke kota Madinah
Perang Badar telah berkumandang
Bendera panji Islam pun dikibarkan
Mendampingi Hamzah sang singa Ar-Rahman
Duhai ksatria Islam tak terkalahkan
Tangis kesedihan penuh haru
Saat mengantarkan pemilik Qolbu
Wanita suci berlakob Al-Batul
Dan memasukkannya ke liang kubur
Duhai pengganti khalifah usman Dzunurain
Pemilik gelar cambuk Allah Ar-Rohim
Telah terlaksana peristiwa Amul jama’ah
Melawan kelompok Abu Sufyan putra muawiyah
Ketika saat menjadi imam salat subuh
Engkau telah wafat di Tengah musuh
Malaikat izrail pun menghampirimu
Demi mencabut nyawa dari dalam tubuh
13, September 2024
Ratna Ayu Septiani (X MIPA)