Tadi malam, sebelum subuh kami mendapatkan kabar duka, wafatnya salah satu ustaz madrasah diniyyah muhadloroh PP Al-mustaqim. Kabar duka yang mendadak dan menyesakkan dada karena sabtu, 25 mei 2024 yang lalu beliau masih masuk dan berbincang riang dengan sesama ustadz di kantor madrasah muhadloroh. Saya ketika itu juga salaman dengan beliau dan langsung masuk kedalam kelas untuk memulai pembelajaran.

Pak Faizin adalah alumni Pesantren Al-mustaqim, beliau di gembleng secara langsung oleh Bapak (KH. Muhsin Ali) dan ustaz-ustaz senior di madin muhadloroh, ada K. Nur Ahmad Ali, K. Nur Ahmad SS yang telah mendahuluinya. Secara pribadi pak Faizin orangnya energik dan semangat, tidak pernah menampakkan keluh kesah kepada teman sejawat, dalam berbagai forum rapat di madin muhadloroh juga menampakkan bagaimana komitmen untuk menerapkan kilmuwan salaf yang beliau terima dari para guru-gurunya.
Saya masih ingat, dalam sebuah rapat beliau matur kedalam forum “kula insyaállah akan selalu hadir ngadep dampar, selagi tidak ada orang meninggal dikampung” demikian beliau berucap dalam sebuah rapat itu.
Beliau disamping mengajar fan ilmu nahwu (Umrithy) kelas 3 wustho Madin Muhadloroh, juga menjadi seorang imamuddin (pemimpin agama) atau mbah Moden di desa mindahan kidul.
Tadi ketika diberikan kesempatan untuk memberikan persaksian terus terang saya tidak bisa menahan air mata yang otomatis jatuh, beliau adalah pantulan santri, alumni dan ustaz di pesantren Al-mustaqim yang mendarmabaktikan ilmunya di pesantren. Keaktifanya dalam mengajar patut diacungi jempol.
Istri beliau juga alumni pesantren kami, dengan dua anak yang masih kecil rasa kasihan dan iba terlihat jelas di aura para pelayat. Pak Faizin adalah pantulan pribadi yang mendedikasikan dan mewakafkan waktu, tenaga, ilmu dan pikiran untuk santri, pesantren dan juga masyarakat disekitarnya.
Selamat berkumpul dengan Romo Yai Muhsin, Pak K. Nur Ahmad Ali, K Nur Ahmad SS, Mbah Yai Muhtadi, Pak Supardi, Pak Sidiq, Mbah Ma’shum lirboyo. Wallahu A’lam Bi Ashowaab
- Sholahuddin Muhsin, MA, Khuwaidim Madrasah Diniyyah Muhadloroh Pondok Pesantren Al-mustaqim, Alumnus Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta.
Jepara, 29 Mei 2024