MAULID NABI

Merdunya tabuh rebana
Mengalun indah berirama
Seraya menyambut kedatangan
Kekasih yang dipuja
Sholawat yang dilantun
Dan lagu nasyid ibu-ibu
Terdengar begitu syahdu
Sampai kalbu
Ditengah-tengah lapangan
Berdiri panggung megah dengan sorot lampu merekah
Peringatan kelahiran nabi Muhammad saw
Wahai umat
Mari merapat
Bersama-sama mengucap sholawat
Berharap mendapat syafaat
Nabi Muhammad Saw
YA RASULALLAH

Engkau tetap ikhtiar
Walau ujian selalu menghadang
Engkau tetap bersabar
Walau shalat dilempari kotoran
Engkau tetap tersenyum
Walau orang mengejekmu
Ya Rasulallah
Perjuanganmu begitu besar
Belum tentu orang lain bisa
Berjuang bertaruh nyawa
Hanya untuk agama Islam
Ya Habiballah
Tepat diusia 63 tahun
Engkau pergi meninggalkan umatmu
Engkau pergi meninggalkan keluargamu
Engkau pergi meninggalkan sahabatmu
Muhammadku, aku rindu padamu
MIMPI

Mimpi berawal dari halusinasi
Yang terwujud tiada henti
Mimpi yang ingin menjadi
Tapi terhalang oleh sadar diri
Mimpi yang sudah tinggi
Tapi hancur karena ekonomi
Mimpi itu bukan seperti lafadz
Yang hanya bisa diucapkan
Mimpi juga bukan seperti I’rob taqdiri
Yang hanya di awang-awang
Tapi mimpi itu seperti cita-cita yang bisa diwujudkan
Meskipun kita tak tahu itu waktunya
kapan
AYAH

Engkau yang menjadi sandaranku
Engkau yang menjadi tulang punggungku
Engkau yang menjadi penyemangat hidupku
Namun,
Semua telah berakhir
Hidupku telah hancur
Saat terpampang bendera kuning
Di depan rumahmu
Ayah,
Kini kau telah tenang
Kau telah Bahagia diatas sana
Semoga kau mendapat sisi baik
Disamping tuhan
IBU

Sembilan bulan
Sembilan bulan lamanya kau
Mengandungku
Sembilan bulan lamanya kau
Tersiksa karenaku
Kau melahirkanku dengan
Bertaruh nyawa
Kau berusaha mati matian
Tapi, nyawamu tak bisa diselamatkan
Ibu,
Aku ingin melihatmu
Aku ingin memelukmu
Aku juga ingin tahu rasanya
Disayang oleh ibu
Semoga kau tenang dialam sana
3 Oktober 2023
Oleh: Zahrotun Nurjannah (Siswi kelas XI MIPA)