SEORANG SANTRI

Pesantren adalah rumahku
Santri adalah julukanku
Pak Yai dan Bu Nyai adalah orang tuaku
Ilmu yang ku cari selama ini adalah tujuanku
Ayah, Ibu….
Aku sedang belajar disini
Mencari ilmu dan Barakah dari Kiyai
Do’akan anakmu ini akan berhasil dikemudian hari
GURUKU

Guru…
Engkau adalah Cahaya bagi kami
Sosok yang sangat berperan penting dalam hidup kami
Engkau jugalah yang membantu kami berjihad untuk
Melawan kebodohan
Guru…
Terimakasih atas ketulusan engkau dalam mengajari kami
Kesabaran kalian dalam menghadapi tingkah laku kami
Dan juga atas ilmu yang kau berikan kepada kami
Jasamu akan terus kuingat disepanjang perjalananku
Do’aku selalu kupanjatkan untuk Engkau
Setelah 5 waktu pelaksanaan kewajibanku
Tanpa engkau, kami bukanlah apa-apa
Wahai guruku
SUNYI
Bunyi Hujan….
Menemani dikala sunyiku
Seperti tau dengan apa yang kualami
Disaat gundah gulana tengah menyelimuti hati ini
Aku tak ingin rindu
Rindu yang menyangkut hal-hal tentang dirimu
Tetapi kau mengusik pikiranku
Dan mengganggu kesunyian didalam hariku
SAHABAT

Sahabat….
Hariku selalu ada kehadiranmu
Suka dan duka sudah kita lewati
Tapi waktu berkata kita akan berpisah
Takkan kulupakan kisah kita untuk selamanya
Terimakasih sahabat
Karena kau telah menjadi sahabat terbaik
Kuingin katakan bertemu
Disuatu hari nanti
Ingatlah aku didalam benakmu
Jangan pernah lupakan aku
Ku berdo’a kau akan sehat selalu
Sampai kitab isa bertemu kembali
MEMILIH

Siang atau malam
Matahari atau bulan
Panas atau hujan
Dan bumi atau langit yang menjadi pilihan
Mentari…
Mentari tak pernah memilih
Kepada siapa dia akan menyinari
Dan kepada siapa dia akan memberi Cahaya Ilahi
Sekarang aku bimbang dan aku ragu
Dengan apa yang ada didalam pikiranku
Bagiku, memilih adalah hal yang membingungkan
Namun, pilihan jugalah yang menentukan bagaimana
Kita dimasa depan
27 Januari 2024
Oleh: Siti Anisatul Hikmah (Siswa Kelas X MIPA)