SAJAK KEHIDUPAN

Langkah kaki tak kunjung usai
Deru nafas tak pernah lelah
Terpaan demi terpaan tak kunjung reda
Segala fitnah mengalir dalam aliran darah
Petikus serakah berfoya-foya
Dalam kesengsaraan rakyat jelata
Perampokan dan pembegalan bertebaran dimana-mana
Lantunan musik pengamen kecil
Berhamburan ditengah lampu merah menyala
Inikah kehidupan?
Inikah yang disebut fitrah?
Ya….
Inilah kehidupan…
Inilah fitrah…..
Fitrah yang tampak dalam keikhlasan
Tatkala syukur menjadi tahta tertingginya…
Dan sabar menjadi penenangnya…
LANTUNAN SENJA

Lantunan itu…
Lantunan merdu yang menyeruak dari segala penjuru
Yang menyatu dalam hembusan angin syahdu
Yang mengiringi perpaduan nabastala
dalam redupnya bagaskara…
Yang menjadi pertanda lentera perumahan
memancarkan kirananya…
Yang mengajak pemilik dosa
Kembali pada sang Kuasa…
RENJANA

Iringan melodi rindu terukir dalam heningnya waktu…
Untaian alur mundur…
Menerpa gelapnya bentala….
Merasuk atma yang tak pernah lepas dalam fiil madhi…
Menghapus segala harsa
yang ada dalam sebuah genggaman
Hanya asa yang menjadi penentu
Dalam renjana yang tak menahu kapan berlalu…
SEPERTIGA MALAM

Dalam hening tatkala lentera perumahan redup
Tatkala detik waktu berdenting nyaring
Menyeruak ke penjuru ruangan…
Tatkala pawana berhembus dengan alunan damai
Tatkala selimut menjadi penyenyak dalam lelap
Ada sajadah yang tergelar dengan khusuknya
Ada wirid yang beralun dalam heningnya
Ada do’a yang terpanjat dalam keluhnya
Dan ada Tuhan yang mendengar curahannya
KEPAKAN SAYAP ABABIL

Kepakan sayapmu menjadi bukti…
Kuasa ilahi tak kan tertandingi
Bebatuan neraka bernama sijjil…
Kau jatuhkan tanpa belas kasih
Kau bombardir pasukan fiil
kau porak porandakan barisan Abrahah
Kau lenyapkan dengan kuasa-Nya
Sebelum kabah tersentuh olehnya…
Jepara, 7 Juli 2025
Aidatul Husna (Alumni MA NU AL MUSTAQIM 2025)